
Apa itu madu kelulut?
Madu kelulut dihasilkan lebah tanpa sengat (Trigona) yang biasanya dibudidayakan dalam kotak kayu yang disebut stup. Lebah kelulut berukuran kecil dan menghasilkan madu dalam jumlah sedikit per koloni, sehingga harganya umumnya lebih tinggi daripada madu lain.
Madu Kelulut KTH Natai Kompas dibudidayakan oleh anggota KTH di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang. [Isi: jumlah stup, jenis kelulut, dan tempat stup berada.]
Rasa dan ciri khas
- Rasa manis dengan sentuhan asam segar.
- Lebih encer dibanding madu hutan.
- Umumnya berkadar air lebih tinggi sehingga lebih mudah berubah rasa bila disimpan sembarangan.
- Dipanen dari stup budidaya dalam jumlah kecil.
Spesifikasi
- Rasa
- Manis asam segar, lebih encer
- Panen
- Dari stup budidaya, jumlah kecil per panen
- Kemasan
- 250 ml
- Mutu
- Halal: [nomor sertifikat]; kadar air: [hasil uji bila ada]
- Harga
- Rp 150.000 / 250 ml
Cara menikmati dan menyimpan
Cocok diminum langsung atau dicampur ke minuman dingin dan hangat. Karena kadar airnya lebih tinggi, simpan di tempat sejuk dalam botol tertutup rapat dan usahakan habis dalam waktu yang kami sarankan di label ([isi: batas simpan setelah dibuka]). Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun.
Bingung memilih antara dua jenis madu? Kenali Madu Hutan, atau baca panduan memilih madu.
Tertarik memesan?
Kirim pesan singkat, kami balas dengan info ketersediaan, ongkos kirim, dan cara pembayaran.
Pesan lewat WhatsApp