
Apa itu madu hutan?
Madu hutan adalah madu yang dihasilkan lebah liar di hutan, biasanya dari sarang yang menggantung di dahan pohon tinggi. Lebah mencari nektar dari berbagai bunga hutan, sehingga rasa, warna, dan kekentalannya bisa berbeda dari satu panen ke panen lain.
Madu Hutan KTH Natai Kompas berasal dari hutan di sekitar Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang. [Isi: cara panen KTH, misalnya dipanen oleh siapa, dengan cara apa, dan apakah sarang dihabiskan atau disisakan.]
Rasa dan ciri khas
- Rasa manis dengan sedikit pahit atau asam khas bunga hutan.
- Warna dan kekentalan dapat berubah antarpanen. Itu wajar untuk madu alami.
- Dapat mengkristal bila disimpan lama. Kristalisasi bukan tanda madu palsu.
- Dipanen musiman, jadi jumlahnya terbatas.
Spesifikasi
- Rasa
- Manis dengan sedikit pahit khas bunga hutan
- Panen
- Musiman, jumlah terbatas
- Kemasan
- 500 ml
- Mutu
- Halal: [nomor sertifikat]; kadar air: [hasil uji bila ada]
- Harga
- Rp 120.000 / 500 ml
Cara menikmati dan menyimpan
Nikmati langsung satu sendok, campurkan ke air hangat atau teh yang sudah tidak terlalu panas, atau oleskan ke roti. Simpan dalam botol tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari, dan selalu gunakan sendok yang kering dan bersih. Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun.
Ingin tahu cara memilih madu yang baik? Baca panduan membedakan madu asli, atau kenali Madu Kelulut dari KTH yang sama.
Tertarik memesan?
Kirim pesan singkat, kami balas dengan info ketersediaan, ongkos kirim, dan cara pembayaran.
Pesan lewat WhatsApp