KTH Natai Kompas
Dibina oleh UPT KPH Wilayah Sintang Timur

Madu dari hutan Kalimantan, dipanen warga yang menjaganya.

Madu Hutan dan Madu Kelulut langsung dari anggota KTH Natai Kompas, Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dikemas rapi, dikirim ke seluruh Indonesia.

Panen langsung dari anggota KTHHasil membantu menjaga hutanDikirim ke seluruh Indonesia
Madu Hutan dan Madu Kelulut KTH Natai Kompas

Dua madu, dua karakter

Keduanya dari hutan dan kebun sekitar desa kami. Bedanya ada pada lebah, rasa, dan cara panen.

Madu Hutan KTH Natai Kompas

Madu Hutan

Dari lebah liar (Apis dorsata) di pohon tinggi

Rasa
Manis dengan sedikit pahit khas bunga hutan
Panen
Musiman, jumlah terbatas
Kemasan
500 ml
Mutu
Halal: [nomor sertifikat]; kadar air: [hasil uji bila ada]
Selengkapnya tentang Madu Hutan →
Rp 120.000 / 500 ml (contoh harga)
Madu Kelulut KTH Natai Kompas

Madu Kelulut

Dari lebah tanpa sengat (Trigona) yang dibudidayakan

Rasa
Manis asam segar, lebih encer
Panen
Dari stup budidaya, jumlah kecil per panen
Kemasan
250 ml
Mutu
Halal: [nomor sertifikat]; kadar air: [hasil uji bila ada]
Selengkapnya tentang Madu Kelulut →
Rp 150.000 / 250 ml (contoh harga)

Paket hemat dan hadiah

Cocok untuk dicoba berdua, atau dibawa sebagai oleh-oleh dari Kalimantan.

Paket Duo
Hemat Rp 15.000

Paket Duo

Madu Hutan 500 ml + Madu Kelulut 250 ml

Bandingkan dua rasa dalam satu kali pesan.

Rp 255.000 (contoh harga)
Paket Hadiah
Siap jadi hadiah

Paket Hadiah

2 botol Madu Kelulut 250 ml dalam kotak

Dikemas dalam kotak untuk hantaran, Lebaran, atau oleh-oleh. Kartu ucapan bisa ditambahkan.

Rp 310.000 (contoh harga)

Cara menikmati madu

Beberapa cara sederhana untuk menikmati madu.

Langsung dari sendok

Satu sendok untuk mencicipi rasa aslinya. Madu Hutan punya sedikit pahit khas, Madu Kelulut lebih asam segar.

Dicampur minuman

Larutkan di air hangat atau teh yang sudah tidak terlalu panas. Madu Kelulut juga enak dalam minuman dingin.

Dioles atau dituang

Di atas roti, pancake, yoghurt, atau buah. Gunakan sendok kering dan bersih agar madu awet.

Kenapa Anda bisa percaya

Madu palsu banyak beredar. Kami menunjukkan asal dan prosesnya.

Asal jelas

Kami menyebut siapa pemanennya dan dari mana madunya berasal. Lihat bagian Tentang kami.

Bersertifikat halal

[Nomor sertifikat halal, masa berlaku, dan produk yang tercakup]. [Tambahkan PIRT atau hasil uji lab bila ada.]

Cara panen

[Isi: cara panen KTH, misalnya siapa yang memanen dan apakah sarang disisakan.]

Bisa dicek

Tanyakan langsung lewat WhatsApp soal asal, cara panen, dan dokumen kami.

Tentang kami

KTH Natai Kompas adalah kelompok warga Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang memanen madu dari hutan di sekitar desa dan membudidayakan lebah kelulut. Hasil hutan seperti madu memberi penghasilan bagi anggota kelompok.

Dibina oleh UPT KPH Wilayah Sintang Timur

KTH Natai Kompas berada dalam pembinaan UPT KPH Wilayah Sintang Timur. [Isi: bentuk pendampingan, mis. pelatihan, fasilitasi izin, bantuan sarana.]

Dokumen legalitas

  • SK Pengukuhan KTH[Nomor SK], [tahun][Instansi penerbit]
  • Sertifikat halal[Nomor sertifikat], berlaku s.d. [tanggal]; mencakup [produk yang tercantum][Penerbit sesuai sertifikat]

Pembeli atau mitra yang ingin memastikan nomor dokumen dapat menanyakannya langsung kepada kami lewat WhatsApp.

Profil KTH

Berdiri
[Tahun], dikukuhkan dengan [nomor SK]
Anggota
[jumlah] keluarga
Wilayah kegiatan
[lokasi kegiatan, mis. hutan di sekitar desa]
Pembina
UPT KPH Wilayah Sintang Timur
Usaha
Madu Hutan (panen musiman) dan Madu Kelulut ([jumlah] stup)
Kapasitas
sekitar [x] liter per bulan (isi jika sudah terdata)

“[Kutipan singkat dari ketua atau pemanen: apa yang berubah sejak KTH mengelola madu.]”
[Nama], ketua KTH

FotoKetua KTH KTH Natai Kompas
[Nama Ketua]Ketua KTH
FotoPemanen Madu Hutan KTH Natai Kompas
[Nama Pemanen]Pemanen Madu Hutan
FotoPembudidaya Madu Kelulut KTH Natai Kompas
[Nama Pembudidaya]Pembudidaya Madu Kelulut

Desa Tanjung Bunga

Desa Tanjung Bunga berada di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sekitar [x] jam perjalanan dari [kota terdekat]. Sebagian besar warga hidup dari [karet / ladang / sungai / hutan]. Hutan di sekitar desa menjadi sumber air, pakan lebah, dan tempat warga mencari hasil hutan bukan kayu.

Penduduk
[jumlah] jiwa, [jumlah] kepala keluarga
Akses
[jalan darat / sungai], [jarak]
Hutan sekitar
[tipe hutan, hasil hutan utama]
Foto desa atau hutanDesa Tanjung Bunga, tempat produk KTH Natai Kompas berasal

Video panen dan anggota

Lihat langsung bagaimana madu dipanen dan siapa yang memanennya, di Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang.

[Judul video 1, mis. Panen Madu Hutan]

[Satu atau dua kalimat: kapan, di mana, dan siapa yang memanen]

[Video belum dipasang: letakkan berkas video/panen-1.mp4]

[Judul video 2, mis. Panen Madu Kelulut]

[Satu atau dua kalimat: kapan, di mana, dan siapa yang memanen]

[Video belum dipasang: letakkan berkas video/panen-2.mp4]

Orang di balik madu

Foto[Peran] KTH Natai Kompas
[Nama anggota][Peran]
Foto[Peran] KTH Natai Kompas
[Nama anggota][Peran]
Foto[Peran] KTH Natai Kompas
[Nama anggota][Peran]
Foto[Peran] KTH Natai Kompas
[Nama anggota][Peran]

Cara membedakan madu asli

Panduan jujur dari KTH Natai Kompas, Kayan Hulu, Sintang, untuk memilih madu yang baik.

Tidak ada uji sederhana di rumah yang pasti

Banyak beredar cara menguji madu di rumah, seperti meneteskan ke air, membakar, atau melihat apakah dikerubungi semut. Cara-cara itu tidak dapat diandalkan, karena madu asli bisa gagal dalam uji tersebut dan madu campuran bisa lolos. Kepastian hanya datang dari uji laboratorium dan dari kejujuran produsen.

Yang bisa Anda periksa sebelum membeli

  1. Tanyakan asal madunya. Produsen yang jujur tahu dari mana madu berasal, siapa yang memanen, dan kapan dipanen.
  2. Lihat identitas penjual. Nama kelompok, alamat, dan nomor yang bisa dihubungi. Penjual tanpa identitas jelas sulit dimintai pertanggungjawaban.
  3. Periksa izin dan hasil uji. Tanyakan apakah ada izin edar, sertifikat halal, atau hasil uji kadar air. Jangan percaya klaim tanpa dokumen.
  4. Waspadai harga yang terlalu murah. Madu hutan dan kelulut dipanen terbatas. Harga jauh di bawah pasaran patut dicurigai.
  5. Terima bahwa madu alami berubah-ubah. Warna, rasa, dan kekentalan berbeda antarpanen. Madu juga dapat mengkristal, dan itu bukan tanda palsu.

Pertanyaan yang pantas Anda ajukan ke penjual

  • Madu ini dipanen di mana dan kapan?
  • Apakah ada campuran gula atau bahan lain?
  • Ada hasil uji kadar air atau izin edar?
  • Bagaimana bila botol rusak atau bocor di perjalanan?

Cara menyimpan madu

Simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung. Gunakan sendok yang kering dan bersih agar madu tidak mudah rusak. Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun.

Madu hutan dan madu kelulut: apa bedanya?

Madu hutan berasal dari lebah liar dan dipanen musiman, rasanya manis dengan sedikit pahit. Madu kelulut berasal dari lebah tanpa sengat yang dibudidayakan, lebih encer dengan rasa asam segar.

Cara pesan

Tidak perlu akun. Cukup empat langkah.

  1. Pilih produkPilih jenis dan jumlahnya.
  2. Kirim lewat WhatsAppPesan otomatis terisi, tinggal dikirim.
  3. BayarTransfer bank atau QRIS setelah total dikonfirmasi.
  4. Terima paketDikemas aman, resi dikirim begitu paket berangkat.

Pesan produk Anda

Pilih produk dan jumlah, lalu lanjutkan ke WhatsApp. Ongkos kirim dihitung admin sesuai tujuan.

Kirim pesanan via WhatsApp

Untuk toko oleh-oleh, reseller, dan instansi

Kami melayani pembelian dalam jumlah besar dengan harga khusus.

  • Harga grosir mulai dari [x] botol
  • Pasokan terbatas mengikuti musim panen, jadi pemesanan dimulai dari jadwal
  • Setiap pengiriman disertai keterangan jenis madu dan tanggal kemas
  • Kemasan bisa disesuaikan untuk acara atau kegiatan instansi (jumlah minimal berlaku)
Minta daftar harga grosir

Ceritakan kebutuhan Anda lewat WhatsApp: jenis produk, jumlah, dan tujuan pengiriman.

Tanya harga grosir

Dari hutan ke botol

Beberapa momen dari kegiatan KTH Natai Kompas.

Kegiatan KTH Natai Kompas 1
[Keterangan foto 1]
Kegiatan KTH Natai Kompas 2
[Keterangan foto 2]
Kegiatan KTH Natai Kompas 3
[Keterangan foto 3]
Kegiatan KTH Natai Kompas 4
[Keterangan foto 4]

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana membedakan madu asli?

Tidak ada uji rumahan yang pasti. Cara paling aman adalah membeli dari produsen yang terbuka soal asal, panen, dan hasil uji lab. Madu asli juga bisa mengkristal atau berubah tekstur, itu wajar. Baca panduan lengkapnya.

Mengapa harga Madu Kelulut lebih mahal?

Satu koloni kelulut hanya menghasilkan sedikit madu, dan panennya manual dalam jumlah kecil.

Berapa lama madu bisa disimpan?

Simpan di tempat sejuk, tertutup rapat, jauh dari sinar matahari. Madu Kelulut sebaiknya dihabiskan dalam [x bulan] setelah dibuka.

Apakah madu ini bersertifikat halal?

Ya, [nomor sertifikat halal], berlaku s.d. [tanggal], mencakup [produk yang tercantum pada sertifikat]. Nomornya dapat Anda tanyakan lewat WhatsApp.

Apakah bisa beli grosir atau jadi reseller?

Bisa. Hubungi kami lewat WhatsApp untuk daftar harga dan minimal pemesanan.

Siapa yang sebaiknya tidak mengonsumsi madu?

Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, atau sedang hamil, tanyakan dulu kepada dokter.

Bagaimana jika botol rusak saat pengiriman?

Kirim foto/video saat membuka paket maksimal [x] hari setelah diterima. Kami akan mengganti atau mengembalikan dana.

Chat WhatsApp